Jakarta – Perusahaan pembayaran digital global Visa berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 2.600 karyawan atau sekitar 7 persen dari total tenaga kerjanya. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperbesar investasi pada sektor-sektor yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Mengutip laporan CNBC, proses pemberitahuan kepada karyawan yang terdampak mulai dilakukan pada pekan ini. Sebagian besar pengurangan tenaga kerja akan terjadi di divisi teknologi dan pengembangan produk.
AI Jadi Salah Satu Faktor Perubahan
CEO Visa, Ryan McInerney, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu alasan perusahaan melakukan transformasi dalam cara bekerja.
Menurutnya, AI membantu mempercepat berbagai proses kerja sehingga perusahaan perlu menyesuaikan struktur organisasinya agar tetap kompetitif di masa depan.
“Untuk menangkap peluang di masa depan dan menempatkan Visa pada posisi terbaik dalam memimpin transformasi ini, kami harus terus mengembangkan cara kami bekerja,” ujar Ryan McInerney dalam memo internal perusahaan.
Meski demikian, Visa menegaskan bahwa penggunaan AI bukan satu-satunya penyebab PHK. Perusahaan juga sedang melakukan efisiensi operasional serta mengalihkan anggaran ke bidang bisnis yang dianggap lebih menjanjikan.
Fokus Perluas Investasi
Selain melakukan efisiensi, Visa berencana meningkatkan investasi pada sejumlah sektor strategis yang diperkirakan akan menjadi pendorong pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
Beberapa bidang yang menjadi fokus investasi antara lain:
- Pembayaran digital lintas negara (cross-border payment).
- Pembayaran untuk sektor bisnis (business payment).
- Teknologi stablecoin.
- Layanan bagi konsumen premium.
- Ekspansi ke berbagai negara dan pasar baru.
Perusahaan menilai sektor-sektor tersebut memiliki peluang besar seiring meningkatnya kebutuhan transaksi digital di berbagai belahan dunia.
Industri Keuangan Semakin Mengandalkan AI
Langkah Visa mencerminkan tren yang sedang terjadi di industri keuangan dan teknologi global. Banyak perusahaan mulai memanfaatkan teknologi AI untuk mengotomatisasi berbagai pekerjaan, termasuk pengembangan perangkat lunak dan proses operasional lainnya.
Di sisi lain, sejumlah perusahaan juga melakukan pengendalian biaya setelah sebelumnya memperluas perekrutan karyawan dalam beberapa tahun terakhir.
Visa Optimistis Hadapi Pertumbuhan Baru
Pada akhir tahun fiskal terakhir, Visa tercatat memiliki sekitar 34.100 karyawan di seluruh dunia. Meski melakukan pengurangan tenaga kerja, perusahaan menyebut kondisi bisnis saat ini tetap kuat dengan kinerja keuangan yang positif serta tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi.
Manajemen berharap penyederhanaan struktur organisasi dan peningkatan investasi pada sektor strategis dapat memperkuat posisi Visa di tengah persaingan industri pembayaran digital yang terus berkembang.
Transformasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menghadapi perubahan teknologi sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis di era digital.










