Polri Incar Anak Diplomat Jadi Siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Diposting pada

Jakarta – Polri resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) Tahun Ajaran 2027/2028, Senin (28/9/2026). Tahun ini, sekolah tersebut mengincar siswa asing yang merupakan anak diplomat.

Peluncuran berlangsung di Mabes Polri dan dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo serta dihadiri Sekretaris Eksekutif Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LP-KTB) Dirgayuza Setiawan.

Karowatpres SSDM Polri Irjen Budhi Herdi Susianto mengatakan metode penerimaan murid baru SMA KTB tahun ini seperti pada umumnya, yakni berdasarkan nilai rapor.

“Kami mempersyaratkan siswa lulusan SMP yang memiliki nilai rapor kelas satu, ulangi, semester 1 sampai dengan semester 4, rata-rata 80 untuk tiga mata pelajaran, yakni Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris,” kata Budhi kepada wartawan di Mabes Polri, Senin (28/9/2026).

Selain nilai rapor, seleksi juga dilaksanakan dalam tiga tahapan. Pertama, seleksi di tingkat daerah dilaksanakan secara online dengan materi Tes Potensi Akademik (TPA).

Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 20 persen peserta akan dipilih untuk mengikuti tes tingkat daerah. Pada tahap ini, materi tes yang digunakan berupa NST mata pelajaran.

“Kemudian dari tes daerah akan kita ambil 300 orang untuk mengikuti tes di tingkat pusat. Dan pada akhirnya, dari 300 ini, kita akan menerima siswa sebanyak 180 untuk angkatan ketiga ini, sama dengan angkatan yang kedua,” tuturnya.

Budhi mengatakan, target penerimaan siswa tidak hanya untuk dalam negeri, tetapi juga siswa asing yang merupakan anak atase kepolisian maupun diplomat yang sedang bertugas di Indonesia.

“Dengan demikian, status World School yang melekat di SMA KTB ini memang benar-benar bisa terbuka untuk umum,” jelasnya.

Kemudian, Budhi menegaskan bahwa siswa asing yang masuk ke SMA KTB tidak menerima beasiswa. Menurutnya, beasiswa hanya diberikan kepada siswa warga negara Indonesia (WNI). Penerimaan siswa asing tersebut tidak akan mengurangi kuota yang akan diterima di SMA KTB.