Jakarta – Suara cambuk tiba-tiba memecah suasana. Di tengah arena terbuka, dua pria saling berhadapan dan bergantian mengayunkan pilinan lidi aren ke tubuh lawannya. Sekilas, adegan itu tampak seperti pertarungan. Namun, tak ada amarah di sana. Setelah tiga kali cambukan, mereka justru berjabat tangan dan saling memaafkan. Inilah Tiban, tradisi adu cambuk yang berkembang di tengah masyarakat Lampung Timur. Dahulu, tradisi ini dipercaya sebagai ritual untuk memohon turunnya hujan saat musim kemarau. Kini, Tiban menjelma menjadi seni pertunjukan sekaligus cara […]