Jakarta – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution menanggapi santai terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan soal syarat pendidikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Bobby menilai perselisihan mengenai latar belakang pendidikan formal pemimpin tidak perlu terus diperpanjang di tengah pelbagai tantangan ekonomi masyarakat saat ini.
Bobby yang juga merupakan adik ipar Gibran tersebut menegaskan pemahamannya mengenai riwayat pendidikan anak sulung mantan Presiden Joko Widodo tersebut.
“Ya, Mas Gibran setau saya sarjana ya. Ya, iya, sarjana,” kata Bobby di kantor Gubernur Sumut, Medan, pada Jumat (9/10/2026).
Bobby lantas menyentil polemik seputar ijazah kerap menerpa keluarganya. Dia menilai tuduhan-tuduhan serupa sudah sering berulang sejak masa pemerintahan mertuanya, Joko Widodo (Jokowi) dan kini berlanjut ke Gibran ke tingkatan jenjang pendidikan berbeda.
“Ya ini kalau Pak Jokowi kan dipermasalahkan sarjananya. Punya Mas Gibran dipermasalahkan sarjananya. Saran saya, sekalian aja dipermasalahkan sarjananya,” kata Bobby.
Lebih jauh, Bobby menekankan bahwa fokus utama pejabat publik dan seluruh elemen bangsa saat ini seharusnya dialihkan pada hal-hal menyentuh langsung kehidupan masyarakat luas.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan mendasar dan peningkatan kesejahteraan rakyat jauh lebih mendesak untuk dipikirkan ketimbang menghabiskan energi untuk isu-isu gugatan hukum dinilai tidak substantif bagi publik.
“Ya, hari ini yang perlu kita pikirkan itu masyarakat. Masyarakat hari ini masih banyak yang kondisinya kesulitan, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan kebutuhan-kebutuhan dasarnya, saya rasa ya harus diutamakan itu,” jelas Bobby.warganet88










