Cerita di Balik Misi Pencarian Jurnalis Hilang Kontak

Diposting pada

Jakarta – Komandan Pos SAR Bakauheni Kantor SAR Lampung, Rezie Kuswara Nunyai, mengungkap pengalaman menegangkan selama operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda.

Selama operasi, Rezie bersama tim harus keluar-masuk perairan sekitar Pulau Sebesi hingga mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Kondisi cuaca yang berubah, gelombang tinggi, arus laut hingga aktivitas vulkanik menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR.

Rezie mengatakan, informasi awal mengenai hilangnya delapan orang tersebut diterimanya setelah seorang jurnalis Antara News yang berada di Lampung menghubunginya, Selasa (8/9/2026).

Saat itu, keluarga salah seorang jurnalis mulai mencari informasi karena rombongan yang berangkat dari Carita, Banten, menuju kawasan GAK belum juga tiba di Pulau Sebesi seperti yang telah direncanakan.

“Saya dapat informasi awal dari Riadi, Antara News Lampung. Dia menghubungi saya karena ada tim media, salah satunya fotografer Antara News, yang berangkat dari Anyer menggunakan speedboat untuk mengambil gambar ke arah Krakatau. Sampai saat itu belum ada kontak ataupun informasi,” ujar Rezie kepada Liputan6.com, Jumat (18/9/2026).

Rezie kemudian berkoordinasi dengan Kantor SAR Banten. Dari komunikasi tersebut, diketahui bahwa rombongan memang belum kembali dan telah kehilangan kontak.

Salah satu informasi penting yang kemudian menjadi acuan awal pencarian adalah titik lokasi terakhir yang dikirimkan salah seorang jurnalis melalui fitur berbagi lokasi.

“Share location itu menjadi patokan pertama kami. Dari situ kemudian pencarian mulai dilakukan,” katanya.