Trump Usulkan Selat Hormuz Diubah Jadi Selat Trump

Diposting pada

Washington, DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan agar Selat Hormuz diganti namanya menjadi Selat Trump. Ia kembali mengklaim jalur pelayaran strategis itu kini berada di bawah kendali AS.

Usulan itu disampaikan Trump pada Rabu (2/9/2026), kurang dari 24 jam setelah AS menyerang sejumlah sasaran di Iran. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk dua anak-anak, dalam sebuah pesta pernikahan di Kota Sirik, Iran selatan.

“Sekarang setelah Selat Hormuz berada di bawah kendali AS, apakah kita harus mengganti namanya menjadi SELAT TRUMP???” tulis Trump di media sosial.

“Seperti AS sendiri, situasi di sana akan semakin ‘panas’!”.

Iran membalas serangan AS pada Selasa (1/9) dengan meluncurkan rudal ke sejumlah pangkalan AS di kawasan. Pertempuran tersebut turut mendorong harga minyak naik sekitar 4 persen.

Para pejabat AS berulang kali menyatakan Selat Hormuz telah dibuka kembali dan jutaan barel minyak kini melintas setiap hari. Namun, harga minyak belum menunjukkan penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

Iran tetap bersikeras bahwa Selat Hormuz masih ditutup dan berada di bawah kendalinya.

Pada Rabu, Arab Saudi menuduh Iran menyerang sebuah kapal tanker minyak hingga menewaskan dua orang.