Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan belum menerima laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak langsung akibat meningkatnya serangan rudal dan drone di sejumlah wilayah Arab Saudi.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam pernyataan tertulisnya pada Jumat (10/10/2026), KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah terus memantau perkembangan situasi keamanan serta berkomunikasi dengan komunitas WNI di wilayah kerja masing-masing untuk memastikan keselamatan mereka.
Berdasarkan informasi otoritas Arab Saudi, serangkaian serangan pada 6–7 Oktober 2026 menyasar sejumlah fasilitas strategis, termasuk Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan tiga warga negara asing dan menyebabkan 36 orang luka-luka.
Situasi keamanan kembali berkembang pada 8–9 Oktober 2026 setelah muncul laporan serangan lanjutan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan itu mengakibatkan kerusakan fasilitas penerbangan dan mengganggu sejumlah jadwal penerbangan.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan KJRI Jeddah pada 6–8 Oktober 2026, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah masih relatif terkendali. Lebih dari 93 persen penerbangan tetap beroperasi.
Meski demikian, perkembangan situasi keamanan yang dinamis berpotensi memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah wilayah Arab Saudi.
Di tengah situasi tersebut, KBRI Riyadh telah mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi yang berpotensi menjadi titik kerawanan, dan membatasi perjalanan yang tidak mendesak.
WNI juga diminta mematuhi arahan otoritas setempat serta terus memantau informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi maupun Perwakilan RI.
Heni menekankan, Kemlu bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah pelindungan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI di Arab Saudi.warganet88










