Polisi Selidiki Dugaan Prostitusi Anak di Mangga Besar yang Viral di Media Sosial

Diposting pada

Jakarta – Dugaan praktik prostitusi yang melibatkan anak di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, tengah menjadi perhatian publik setelah video berdurasi lebih dari dua menit viral di media sosial.

Video yang beredar melalui platform X memperlihatkan seorang pria diduga mucikari menawarkan jasa prostitusi kepada wisatawan asing asal Jepang. Dalam rekaman itu juga muncul dugaan keterlibatan perempuan di bawah umur.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kapolsek Metro Tamansari, Bobby Mochammad Zulfikar, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam.

“Video yang baru, masih dalam proses lidik. Masih dalam tahap pendalaman, tahap penyelidikan,” ujar Bobby, Selasa (26/5/2026).

Polisi juga meluruskan informasi terkait lokasi yang disebut dalam video. Menurut Bobby, tempat yang dimaksud bukan berada di kawasan Lokasari, melainkan wilayah Mangga Besar, Jakarta Barat.

Pihak kepolisian mengaku telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi setelah video tersebut ramai diperbincangkan. Berdasarkan hasil klarifikasi sementara dari pengurus RT, RW, serta pengelola Lokasari, tidak ditemukan praktik seperti yang ditudingkan dalam video.

Meski demikian, polisi menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan kebenaran isi rekaman yang viral tersebut.

Dugaan Eksploitasi Anak Jadi Sorotan

Dalam video yang beredar, seorang pria diduga mucikari terlihat menawarkan sejumlah perempuan kepada wisatawan asing. Narasi yang muncul menyebut beberapa perempuan yang ditawarkan berusia 15 hingga 17 tahun.

Jika terbukti benar, kasus tersebut berpotensi masuk dalam kategori eksploitasi seksual terhadap anak yang memiliki ancaman hukum berat sesuai undang-undang perlindungan anak dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kasus ini langsung memicu reaksi publik di media sosial karena menyangkut isu sensitif terkait keselamatan anak dan citra kawasan hiburan malam Jakarta.

Analisis: Viral di Medsos Jadi Alarm Pengawasan Kawasan Hiburan

Viralnya dugaan prostitusi anak di kawasan Mangga Besar menunjukkan bagaimana media sosial kini menjadi alat pengawasan sosial yang sangat kuat. Rekaman video yang cepat menyebar mampu mendorong aparat bergerak lebih cepat dalam merespons laporan masyarakat.

Namun di sisi lain, penyebaran video tanpa verifikasi juga berpotensi memunculkan stigma terhadap wilayah tertentu sebelum fakta hukum benar-benar terbukti. Karena itu, penyelidikan polisi menjadi krusial untuk memastikan apakah dugaan tersebut benar terjadi atau hanya narasi yang dibesar-besarkan di media sosial.

Kasus ini juga kembali membuka perhatian terhadap pengawasan kawasan hiburan malam di Jakarta yang selama ini kerap dikaitkan dengan praktik prostitusi terselubung. Jika benar melibatkan anak di bawah umur, maka persoalan tersebut tidak lagi sekadar pelanggaran moral, melainkan masuk kategori kejahatan serius terhadap anak dan perdagangan manusia.

Publik kini menunggu hasil penyelidikan aparat guna memastikan fakta sebenarnya sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat.