Jakarta – Harga emas diperdagangkan di kisaran US$ 4.650 per ons pada Selasa, (25/8/2026). Harga emas dunia bertahan di dekat level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan seiring langkah intervensi pemerintah Amerika Serikat (AS) di pasar obligasi yang kembali memicu tren perdagangan terkait penurunan nilai mata uang atau debasement trade, faktor yang sebelumnya mendorong lonjakan harga emas sebesar 65% pada 2025. Lalu bagaimana harga emas 24 karat di Antam, Pegadaian dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)?
Adapun pekan lalu, Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengumumkan perluasan program pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah berjangka panjang guna meredam kenaikan biaya pinjaman. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan volume pembelian kembali tersebut sekaligus mengisyaratkan adanya rencana fiskal jangka panjang yang akan segera dirilis.
Namun, pasar berspekulasi langkah-langkah ini mungkin hanya memberikan solusi sementara, sembari memunculkan kembali kekhawatiran mengenai risiko krisis utang AS, inflasi yang persisten, serta pelemahan nilai dolar.
Dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded funds atau ETF) berbasis emas juga mencatat peningkatan arus masuk dana dalam beberapa pekan terakhir, yang mengindikasikan partisipasi pasar yang lebih luas serta menguatnya permintaan investasi.
Lalu bagaimana harga emas 24 karat di Antam, Pegadaian dan Hartadinata Abadi Selasa pekan ini?










