Berawal dari Tersinggung Telepon Ditutup, Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior

Diposting pada

Jakarta – Serda Ahmad Muzammul Farisa meninggal dunia usai dianiaya senior. Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Puspom TNI AU) telah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Keempat tersangka antara lain Serda Mayzard Try Surya Anggara alias Serda MTS, Serda Andri Hiskia alias Serda AH, Serda Muh Aldhi D alias Serda MAD, dan Serda Jordan Martua alias Serda JM.

Danpuspom AU Marsekal Muda TNI Daan Sulfi pun menjelaskan kronologi kejadian. Bermula pada Selasa 8 Agustus 2026 saat Serda MTS menelepon Serda RP, juniornya untuk meminta bantuan.

Diketahui, Serda MTS meminta Serda RP membantu memasukkan namanya ke dalam daftar penerbangan pesawat TNI AU karena akan menjalankan tugas luar kota.

“Namun di tengah percakapannya, secara tiba-tiba juniornya itu, Serda RP, menutup teleponnya Serda MTS ini. Sehingga yang senior itu merasa jengkel, tersinggung, dan marah atas kejadian itu,” ujar Daan dalam konferensi pers, Selasa (16/9/2026).

“Karena ini sedang mungkin sedang berbicara, si juniornya itu tutup saja sama dia. ‘Sudah Mas, sudahlah.’ Sudah, langsung ditutup. Harapannya mungkin senior itu, menutup sopan atau bagaimana. Dia ada ketersinggungan di sana,” lanjut dia.

Para Junior Dikumpulkan

Usai kejadian itu, menurut Daan, pada Rabu 9 Agustus 2026, Serda MTS mengumpulkan ketiga korban yakni Serda Ahmad Muzammul Farisa, Serda ZN, dan Serda RP.

“Dilaksanakan pada hari Rabu jam 21.10 WIB. Dilaksanakan di belakang Mess Galaksi. Kemudian Serda RP langsung diberikan tindakan berupa push up dan sit up sebanyak 100 kali oleh Serda MTS,” ucap dia.

Kemudian, lanjut Daan, sekitar pukul 21.40 WIB, teman-temannya senior yakni Serda JM dan Serda MAD dan Serda AH tiba di TKP dan bergabung di sana.