Site icon Info Bet Gratis – Main Zeus Gacor

Bareskrim Polri Ungkap Modus Gas N2O Whip Pink: Kedok Bahan Pangan di Balik Potensi Bahaya Kesehatan

JAKARTA — Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri membongkar kasus peredaran gas dinitrogen monoksida (N2​O) ilegal berkedok bahan tambahan pangan (food grade). Produk berlabel Whip Pink tersebut dinyatakan secara resmi tidak memenuhi standar mutu dan keamanan yang berlaku.

Langkah tegas kepolisian ini diambil usai ditemukannya indikasi penyalahgunaan gas medis yang disamarkan demi menghindari jerat hukum.

Modus Operandi & Temuan Hasil Uji Laboratorium

Berdasarkan penyelidikan mendalam Bareskrim Polri bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ditemukan sejumlah fakta krusial terkait pelanggaran standar operasional produk Whip Pink:

“Pencantuman Whip Pink sebagai bahan tambahan pangan diduga kuat hanya modus untuk menyamarkan tujuan sebenarnya guna menyembunyikan tindak pidana di bidang kesehatan.”

Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Analisis Ringkas: Pelanggaran vs. Klaim Produsen

IndikatorKlaim Produsen / Kuasa HukumTemuan Penyidik Bareskrim & BPOM
PeruntukanBahan Tambahan Pangan KulinerGas Medis Murni (N2​O Anestesi)
Fungsi DesainKhusus Industri KulinerNozzle dirancang untuk dihirup langsung
Legalitas MutuMemenuhi label peringatan kulinerMelanggar SE BPOM No. 2 Tahun 2026

Dua Petinggi Pabrik Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Dittipidnarkoba Bareskrim Polri telah menetapkan dua pimpinan pabrik Whip Pink, yaitu AH dan JH, sebagai tersangka. Keduanya terbukti memproduksi serta mengedarkan sediaan farmasi berupa gas N2​O yang tidak memenuhi standar mutu dan persyaratan keamanan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 12 tahun.

Implikasi & Risiko Kesehatan

Penyalahgunaan gas dinitrogen monoksida (N2​O) murni secara langsung sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Dampak klinis yang dapat ditimbulkan antara lain:

  1. Hipoksia: Kekurangan oksigen berat pada jaringan tubuh akibat terdesaknya oksigen di paru-paru.
  2. Kerusakan Saraf (Neuropati): Penggunaan berulang dapat merusak lapisan mielin saraf akibat hilangnya fungsi Vitamin B12.
  3. Risiko Fatalitas: Berpotensi menyebabkan kehilangan kesadaran hingga kematian mendadak.
Exit mobile version