Banjir dipicu oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah Kecamatan Senduro, Gucialit, dan Pasrujambe. Air yang tidak terbendung di aliran sungai akhirnya meluap ke pemukiman warga di Desa Kutorenon dan Desa Sumberejo.
”Banjir terjadi akibat tingginya debit air kiriman dari kawasan lereng Gunung Semeru. Intensitas hujan di wilayah hulu tetap tinggi meski sudah masuk musim kemarau,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho, Jumat (15/5/2026)
Dia menjelaskan, kondisi paling parah tercatat di beberapa titik dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter. Di Desa Kutorenon sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) di RW 08, 09, dan 10 terdampak langsung. Sedangkan di Desa Sumberejo Genangan melanda Dusun Krajan II dan Dusun Sekarputih.
“Empat warga dievakuasi ke Puskesmas Sukodono karena gangguan kesehatan mendadak saat bencana terjadi,” ucap Isnugroho.
Menurut Isnugroho, sejak menerima laporan pada dini hari, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan langsung merangsek ke lokasi untuk melakukan penyelamatan.
Petugas memprioritaskan evakuasi warga serta membantu menyelamatkan barang rumah tangga dan hewan ternak untuk menekan kerugian materiil. Bantuan darurat berupa makanan siap saji, lauk pauk kaleng, dan suplemen gizi tambahan telah didistribusikan ke titik-titik pengungsian.
“Pemetaan kerusakan terus dilakukan guna mempercepat proses pemulihan pascabencana,” papar Isnugroho.
Dia menegaskan, respons cepat ini merupakan komitmen Pemkab Lumajang untuk menjamin keselamatan warga di tengah ancaman bencana yang bisa datang kapan saja.
“Saat ini, petugas masih bersiaga di lokasi untuk memantau fluktuasi debit air dari arah Semeru,” pungkas Isnugroho.










