
Pengguna WhatsApp harus ekstra hati-hati! Berbagai modus penipuan makin marak, dari pengiriman file APK hingga quishing (QR code + phishing), menargetkan kelengahan pengguna.
Beberapa modus yang paling sering ditemui:
- File APK Palsu – Misal “Undangan Pernikahan Digital” atau “Surat Tilang-1.0.apk”. Jika diunduh, perangkat bisa disusupi dan uang di rekening dicuri.
- Aplikasi Palsu MyTelkomsel – Korban diminta klik file APK dan memberi izin akses ke data pribadi serta akun perbankan.
- Pengumuman Bank Palsu – Menyertakan link untuk isi formulir yang mencuri data korban.
- Pemerasan Video Call Seksual (VCS) – Nomor tidak dikenal memaksa korban membayar.
- Quishing – QR code palsu mengarahkan korban ke situs jahat untuk mencuri informasi pribadi.
- Phishing lewat tautan atau email – Tujuan akhir adalah membajak akun dan mengambil alih perangkat.
- Modus lainnya – Penipuan memanfaatkan rasa penasaran dan urgensi, seperti undangan atau pemberitahuan mendesak.
Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menekankan: “Kalau ragu dan diperas, minta bantuan teman yang mengerti teknologi, jangan ikut ancaman begitu saja.”
Tips aman:
- Jangan unduh file APK dari sumber tak dikenal.
- Hati-hati dengan QR code dari orang asing.
- Aktifkan autentikasi dua faktor di setiap akun.
Penipuan digital semakin canggih, tapi kewaspadaan adalah kunci utama untuk terhindar dari jerat para penipu.









