Liputan6.com, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim mengingatkan kepada PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), untuk waspada terhadap aksi calo setelah membuka pemesanan tiket Lebaran pada hari ini, Minggu (25/1/2026). Pengawasan ketat dalam proses penjualan tiket pun harus dipastikan, agar tidak merugikan masyarakat.
“Saya menghimbau PT KAI untuk memastikan pengawasan sistem penjualan tiket Lebaran benar-benar kuat, transparan, dan bebas dari manipulasi. Begitu juga moda transportasi lain. Jangan sampai tiket justru diborong oleh calo atau pihak yang merugikan masyarakat luas. Ini wajib diantisipasi serius,” ujar Rivqy dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).
Ia menekankan, masalah calo yang memborong tiket kereta mudik Lebaran bukan kali pertama terjadi, khususnya saat momen awal pembukaan jual beli tiket.
“Sebagai bentuk evaluasi tahun-tahun sebelumnya, kasus tiket habis dalam hitungan menit sering terjadi setiap masa pembukaan war tiket Lebaran. Ini menunjukkan indikasi adanya celah yang harus segera diperbaiki oleh PT KAI,” ujarnya.
Rivqy juga mengingatkan manajemen PT KAI untuk menyederhanakan proses refund atau pengembalian dana tiket. Walaupun kebijakan refund KAI kini sudah dipercepat maksimal 7 hari kerja setelah pembatalan tiket, masih banyak laporan bahwa masyarakat kesulitan memperoleh pengembalian, atau merasa potongan biaya administrasi terlalu tinggi dan memberatkan.
“Harus ada perlakuan adil bagi konsumen, terutama mereka yang terpaksa membatalkan karena alasan mendesak. Skema refund juga perlu dibuat lebih mudah diakses dan informatif,” tambah Rivqy.










