Empat korban luka berat banjir bandang Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Sulut, dirujuk ke RSUP Prof Kandau, Kota Manado untuk menjalani perawat intensif. Wamendagri, Akhmad Wiyagus, menyempatkan diri membesuk korban di sela kunjungan kerja ke Manado, Jumat (9/1/2026).
Saat membesuk para korban, Wamendagri didampingi Dirut RSUP Prof Kandau, Prof Dr dr Starry H Rampengan.
“Kami minta para korban ditangani secara maksimal sehingga bisa cepat pulih kembali,” kata Wiyagus kepada jajaran tim medis RS milik Pemprov Sulut tersebut.
Wiyagus sempat berdialog hangat dengan para korban di ruang perawatan. Dia memberikan motivasi kepada para korban agar cepat pulih dan bisa berkumpul lagi bersama keluarga.
“Yang sabar ya. Tim medis akan menangani perawatan secara maksimal. Semoga cepat pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga,” ujar Wiyagus.
Sebelumnya, Wiyagus juga mengunjungi Posko Bencana di kantor Pemprov Sulut untuk memantau perkembangan situasi di lokasi bencana. Di Posko Bencana, ia melakukan video conference dengan Bupati Sitaro, Chintya Inggrid Kalangit. Dalam video conference, Wamendagri didampingi Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Langie, Kasdam XIII Merdeka, Brigjen TNI Yustinus, dan sejumlah pejabat Pemprov Sulut.
Jalan Sudah Bisa Dilalui, tapi Distribusi Bantuan Terkendala
Dalam laporannya, Chintya, mengungkapkan seluruh jalan di lokasi bencana sudah bisa dilalui berkat kerja keras seluruh stakeholder mulai dari aparat Pemda Sitaro, unsur TNI yang mengerahkan 85 prajurit, Polri dengan menerjunkan 300 personel dan dibantu masyarakat serta relawan.
“Berkat kerja keras dan gotong royong tidak ada lagi jalan yang terisolir. Kami menyampaikan terimakasih kepada seluruh stakeholder,” kata Chintya yang dalam video conference tersebut mengenakan kaos oblong.
Chintya mengatakan, korban luka yang masih dirawat sebanyak 7 orang di rumah sakit setempat, 15 orang di puskesmas dan 4 orang dirujuk ke RS di Manado. Untuk kerusakan rumah, sebanyak 30 rumah hilang, 52 rumah rusak berat, dan 84 rusak ringan, dua gereja rusak tertimpun lumpur dan tiga sekolah mengalami hal yang sama.
“Kami sekarang terkendala dalam pendistribusian bantuan. Kami mohon bantuan personel TNI dan Polri untuk me distribusikannya, karena bantuan sekarang menumpuk di kantor kecamatan,” kata dia.
Permintaan Chintya tersebut langsung direspons oleh Kapolda Sulut dan Kasdam XIII Merdeka. Keduanya akan mengintruksikan personelnya di lapangan untuk membantu distribusi bantuan ke masyarakat.
“Kami segera perintahkan prajurit di lapangan membantu,” kata Brigjen Yustinus.


