Liputan6.com, Jakarta – Dunia balap Indonesia sedang cerah. Dalam dua terakhir banyak prestasi ditorehkan pembalap nasional khususnya di roda dua. Ada Veda Ega Pratama, Aldi Satya Mahendra hingga Mario Suryo Aji yang sukses mengharumkan nama bangsa di level dunia.
Seperti diketahui, Veda Pratama baru saja menorehkan prestasi membanggakan sebagai pembalap Indonesia pertama yang bisa naik podium di rangkaian MotoGP. Veda meraih podium tiga di balapan Moto3 2026 seri Brasil akhir pekan kemarin.
Sedangkan Mario Suryo Aji tampil di Moto2 2026. Performanya juga semakin meningkat dibandingkan musim lalu. Sementara Aldi Satya Mahendra mencatatkan diri sebagai pembalap Indonesia pertama yang menjuarai ajang balap motor dunia tepatnya di World Supersport 300 (WorldSSP300) musim 2024.
Keberhasilan pembalap muda Indonesia menembus level dunia ini tak lepas dari ekosistem yang sudah berjalan dengan baik di tanah air. Menurut Eddy Saputra (CEO Pride promotor Kejuaraan Nasional Pertamina Mandalika Racing Series), prestasi yang diraih para pembalap Tanah Air merupakan hasil dari proses panjang dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem motorsport nasional.
Menurut Eddy, munculnya Veda hingga Aldi bukan lahir secara tiba-tiba. Melainkan hasil dari kerja kolektif yang melibatkan pembinaan berjenjang, kejuaraan nasional yang konsisten, regulasi dan pengawasan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), dukungan sponsor, serta pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.
“Prestasi pembalap Indonesia di level dunia adalah hasil dari ekosistem yang dibangun bersama. Ada pembinaan pembalap, kejuaraan nasional, peran IMI sebagai regulator, dukungan sponsor, serta peran pemerintah dalam membangun infrastruktur seperti Sirkuit Mandalika,” ujar Eddy Saputra kepada Liputan6.com.

