Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bersama Hipmi Ladies Club (HLC) berpartisipasi dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan sungai Kota Solo, Jawa Tengah, dengan menyalurkan perangkat keselamatan kepada kelompok relawan Joko Tingkir.
Ketua Bidang Hipmi Peduli Kota Solo Arif Sarifudin menyebutkan, pihaknya menyerahkan 25 paket alat keselamatan kepada relawan yang terlibat aktif dalam kegiatan pembersihan sungai.
Ia menjelaskan setiap paket alat keselamatan tersebut terdiri atas helm, rompi pelampung, sepatu boot, dan sarung tangan yang digunakan untuk menunjang keamanan relawan saat bekerja di lapangan.
Pemberian alat keselamatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Hipmi Peduli terhadap relawan Joko Tingkir yang secara konsisten terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan, khususnya di wilayah sungai yang rawan pencemaran dan penyumbatan aliran air.
Kondisi cuaca saat ini yang ditandai dengan tingginya intensitas curah hujan membuat aliran sungai menjadi lebih deras sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi relawan saat melakukan kegiatan pembersihan.
“Mereka perlu menggunakan alat keselamatan untuk menjaga diri saat bersih-bersih sungai,” ujar Arif, melansir Antara, Selasa (13/1/2026).
Upaya tersebut sebagai bagian terhadap keselamatan relawan di tengah meningkatnya aktivitas pembersihan sungai, terutama saat air meningkat akibat curah hujan yang tinggi.
Arif menyebut, penggunaan alat keselamatan dinilai penting meminimalkan risiko kecelakaan selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan Sosial Hipmi Ladies Club
Ketua HLC Monica Ekania mengatakan kegiatan bersih-bersih sungai sekaligus penyaluran alat keselamatan merupakan bagian dari kegiatan sosial HLC.
Sejumlah kegiatan sosial dilaksanakan HLC sejalan dengan program yang dijalankan Hipmi Surakarta, termasuk di bidang lingkungan dan pemberdayaan perempuan.
Menurut dia, keterlibatan HLC dalam kegiatan bersih-bersih sungai merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan sekaligus kepedulian terhadap keselamatan relawan yang terlibat langsung di lapangan.
“Kami juga memiliki kegiatan sosial lainnya, namun kami memang banyak fokus pada kegiatan yang melibatkan dan memberdayakan perempuan,” ucap Mnonica.
“Program sosial HLC diarahkan untuk mendorong partisipasi perempuan dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk kegiatan lingkungan,” sambung dia.
Antisipasi Banjir di Tengah Curah Hujan Tinggi
Sementara itu, Ketua Relawan Joko Tingkir Pajang Doni Restu Nugroho menyebut kegiatan resik-resik kali dilakukan sebagai upaya pencegahan banjir di tengah meningkatnya curah hujan di Kota Solo.
Pembersihan sungai dilakukan secara rutin satu kali dalam sebulan dengan sasaran sampah, endapan lumpur, serta material lain yang berpotensi menyebabkan penyumbatan aliran air.
Selain agenda rutin, pembersihan sungai juga dilakukan apabila terdapat laporan dari masyarakat maupun instansi terkait mengenai kondisi aliran sungai yang tersumbat.
“Agenda kami rutin satu bulan sekali. Namun, jika ada aduan dari masyarakat atau instansi terkait, kami tetap melaksanakan kegiatan pembersihan di luar jadwal rutin,” katanya.
Penggunaan alat keselamatan menjadi hal yang sangat penting bagi para relawan mengingat risiko yang dihadapi saat membersihkan sungai cukup tinggi, terutama saat debit air meningkat dan arus menjadi deras.
“Keselamatan harus tetap diperhatikan. Alat-alat seperti ini sangat kami butuhkan untuk menunjang kegiatan di lapangan,” katanya.










