
Amerika Serikat dan Iran masih berada dalam proses negosiasi intens terkait gencatan senjata yang akan berakhir pada Selasa (21/4/2026) waktu Washington atau Rabu waktu Iran. Presiden AS Donald Trump disebut masih mempertimbangkan opsi perpanjangan gencatan senjata guna membuka peluang perundingan damai putaran kedua.
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyatakan bahwa semua opsi masih terbuka dan keputusan akhir berada di tangan Trump. Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance dikabarkan akan kembali memimpin delegasi AS dalam perundingan lanjutan yang direncanakan digelar di Islamabad, Pakistan.
Di sisi lain, Menteri Energi AS Chris Wright menyebut pembicaraan terus berlanjut sejak pertemuan awal pada 11–12 April. Trump sendiri optimistis kesepakatan damai dapat dicapai, meski mengakui adanya ketegangan, termasuk dugaan pelanggaran gencatan senjata di Selat Hormuz.
Namun Iran belum memastikan keikutsertaannya dalam perundingan lanjutan. Teheran menegaskan tidak akan melanjutkan dialog selama AS masih memberlakukan blokade maritim terhadap kapal-kapal Iran. Meski begitu, komunikasi kedua negara dilaporkan masih berlangsung melalui perantara Pakistan.




