“Sementara beberapa harta benda korban, seperti sepeda motor dan handphone, diketahui hilang,” kata Noviarif saat dikonfirmasi Liputan6.com, Sabtu (13/12).
Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu, 3 Desember 2025. Saat itu, R pergi mengendarai satu unit sepeda motor Honda Vario dan sebuah telepon genggam.
Namun, korban tak kunjung pulang hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia delapan hari kemudian, pada Kamis (11/12).
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan motif pembunuhan tersebut.
“Apakah ini pembegalan atau motif lain, belum bisa kami simpulkan. Masih kami dalami,” jelasnya.
Dia bilang, dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga kuat menjadi korban pembunuhan. Namun, kondisi jasad yang telah membusuk menyulitkan identifikasi luka secara kasat mata.
“Untuk luka-luka tidak terlihat jelas karena kondisi pembusukan,” ungkapnya.
Saat ini, Satreskrim Polres Tulang Bawang masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap pelaku dan motif di balik kematian pelajar tersebut.
“Kami mohon doa agar kasus ini segera terungkap dan pelaku bisa ditangkap,” tutupnya.










