
Kerusuhan di Gedung DPRD Kota Makassar menelan korban jiwa, termasuk Abay (30), fotografer sekaligus staf humas DPRD. Abay ditemukan meninggal di dalam gedung yang terbakar, masih memegang handphone berisi pesan terakhirnya:
“Bissmillah. Mohon maaf kalau ada salahku semua. Sehat-sehatki nah. Dikepung, nda bisa apa-apa. Mohon doanya. Kasihan.”
Tragedi bermula dari aksi solidaritas atas tewasnya driver ojek online, Affan Kurniawan (21), di Jakarta. Massa yang memadati DPRD Makassar sejak sore berubah ricuh sekitar pukul 21.10 Wita, mendobrak pagar, membakar puluhan kendaraan, hingga api merembet ke gedung utama.
Empat orang tewas akibat insiden ini:
- Syaiful (43) – Kasi Kesra, melompat dari lantai 4.
- Abay (30) – Fotografer DPRD, terjebak api.
- Sarinawati (26) – Ajudan anggota DPRD, hangus terbakar.
- Budi Haryadi (30) – Anggota Satpol PP, meninggal di rumah sakit setelah melompat.
Beberapa korban luka kini menjalani perawatan, termasuk Heriyanto (28) yang parah akibat lompat dari lantai 3. Pesan terakhir Abay menjadi saksi bisu perjuangan hingga detik terakhir hidupnya, meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan DPRD Makassar.