Toko Kelontong di Bantul Bertahan 22 Tahun, Kini Jadi Andalan Warga lewat BRILink

Diposting pada

Bantul – Di tengah menjamurnya toko modern dan warung baru di kawasan Tamantirto, Kasihan, Bantul, sebuah toko kelontong sederhana bernama Toko Cimox tetap bertahan dan menjadi andalan warga sekitar.

Pemilik toko, Suhardi, mengaku usahanya sudah berdiri sejak 2004, bahkan sebelum kawasan sekitar ramai oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

“Dulu radius satu kilometer belanjanya ke sini semua,” ujar Suhardi.

Selain menjual kebutuhan pokok dan bensin eceran, Toko Cimox kini juga melayani transaksi keuangan melalui Agen BRILink sejak 2018. Mulai dari tarik tunai, transfer, pembayaran listrik, hingga transaksi dompet digital kini bisa dilakukan warga di toko tersebut.

Jadi Penolong Warga Saat Bank Tutup

Keberadaan Agen BRILink ternyata sangat membantu masyarakat sekitar, terutama saat malam hari ketika ATM atau bank sulit dijangkau.

Suhardi bahkan kerap membantu tetangga dengan sistem talangan pembayaran untuk kebutuhan mendesak.

“Kadang malam ada yang telepon minta tolong transfer atau tarik uang,” katanya.

Meski keuntungan per transaksi tidak besar, Suhardi mengaku tetap menjalankan layanan tersebut karena ingin membantu warga sekitar yang membutuhkan akses keuangan cepat dan mudah.

Analisis: Agen BRILink Jadi Tulang Punggung Layanan Keuangan Warga

Fenomena Toko Cimox menunjukkan bagaimana digitalisasi layanan keuangan kini tidak lagi hanya bergantung pada kantor bank besar. Kehadiran Agen BRILink di warung kecil justru menjadi solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di daerah yang jauh dari ATM atau layanan perbankan.

Model seperti ini juga membantu usaha kecil tetap bertahan di tengah persaingan toko modern. Warung tradisional yang mampu beradaptasi dengan layanan digital terbukti memiliki nilai tambah bagi pelanggan.

Selain meningkatkan transaksi ekonomi lokal, Agen BRILink juga memperkuat inklusi keuangan masyarakat karena layanan perbankan kini bisa diakses lebih dekat, cepat, dan fleksibel hingga ke tingkat desa dan permukiman warga.