TNI Berangkatkan 744 Prajurit Satgas Garuda untuk Misi Perdamaian PBB di Lebanon

Diposting pada

Jakarta, 23 Mei 2026 – Tentara Nasional Indonesia kembali memberangkatkan ratusan prajurit sebagai pasukan perdamaian dunia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon.

Sebanyak 744 personel diberangkatkan sebagai bagian dari Satgas Kontingen Garuda (Konga) untuk menjalankan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di wilayah Lebanon Selatan.

Panglima TNI, Agus Subiyanto, menegaskan bahwa penugasan tersebut merupakan kehormatan besar sekaligus amanah bagi seluruh prajurit yang membawa nama Indonesia di tingkat internasional.

“Seluruh prajurit diminta untuk senantiasa menjaga profesionalisme, disiplin, integritas, serta mematuhi ketentuan dan Standard Operating Procedures (SOP) yang berlaku selama pelaksanaan tugas di daerah misi,” ujar Agus Subiyanto dalam keterangan pers, Sabtu (23/5/2026).

Diminta Jaga Stabilitas dan Bangun Hubungan Baik

Panglima TNI juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan selama menjalankan tugas di wilayah operasi.

Selain itu, prajurit Satgas Garuda diharapkan mampu membangun komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat setempat maupun personel dari negara lain yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB.

“Prajurit Satgas TNI Konga UNIFIL juga diharapkan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pelayanan kesehatan dan bantuan pendidikan sebagai bagian dari implementasi misi perdamaian dunia,” tambahnya.

Jalankan Mandat PBB di Lebanon Selatan

Diketahui, Satgas TNI Konga UNIFIL menjalankan mandat berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB.

Misi tersebut bertujuan menjaga stabilitas keamanan, memantau penghentian permusuhan, serta membantu menciptakan situasi kondusif di wilayah Lebanon Selatan.

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang aktif mengirim pasukan perdamaian dalam berbagai misi PBB di dunia.

Empat Prajurit TNI Gugur Saat Bertugas

Di balik tugas perdamaian tersebut, TNI juga pernah kehilangan sejumlah prajurit terbaiknya saat menjalankan misi di Lebanon.

Tercatat ada empat prajurit TNI yang gugur akibat serangan di wilayah konflik saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB.

Berikut daftar prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon:

1. Praka (Anumerta) Farizal Rhomadhon

Praka Farizal gugur seketika akibat serangan proyektil tank di pangkalan UNIFIL Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.

2. Kopral (Anumerta) Rico Pramudia

Kopral Rico mengalami luka kritis dalam serangan yang sama di pangkalan Adchit Al Qusayr. Ia sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit St. George, Beirut, sebelum dinyatakan gugur pada 24 April 2026.

3. Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar

Mayor Zulmi gugur dalam insiden ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan, pada 30 Maret 2026.

4. Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan

Serka Muhammad Nur Ichwan gugur bersama Mayor Zulmi dalam insiden ledakan yang sama.

Pengorbanan para prajurit tersebut menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia di bawah mandat PBB.