Liputan6.com, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengungkapkan, Praka Farizal Rhomadhon gugur terkena mortir Israel ketika sedang melaksanakan salat isya di pos jaga pasukan perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL.
“Jadi bukan waktu salat subuh tapi pada saat shalat isya. Jadi ketika salat isya yang bersangkutan sedang melaksanakan salat, dan di situ sedang ada mortir artileri yang jatuh di samping masjid,” kata Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah Kolonel Dimar Bahtera kepada wartawan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (31/3/2026).
Saat ini jenazah almarhum masih berada di Lebanon, untuk dilakukan sejumlah prosesi sebelum diterbangkan ke Tanah Air.
Pemakaman prajurit dari Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah ini akan dilakukan secara militer di Kulon Progo.
“Pemakamnya di sini sesuai dengan permintaan keluarga. Penghormatan dari negara itu ada upacara penghormatan pemakaman secara militer,” tuturnya.
Sebelum ditugaskan menjadi pasukan perdamaian PBB, Praka Farizal ditugaskan di Papua.
“Bersangkutan sebelum tugas luar negeri sudah menyelesaikan tugas dalam negeri dulu di Papua kemarin dan berhasil. Kemudian ada rekrutmen penugasan ke Lebanin melalui seleksi yang cukup panjang,” pungkasnya.

