Sampah pada dasarnya merupakan material yang mengandung zat kimia berbahaya dan berpotensi merusak hal-hal yang ada di sekitarnya, termasuk lapisan atmosfer bumi.
Selain itu, sampah terbagi ke dalam beberapa kategori sesuai jenisnya. Berdasarkan sumbernya, sampah terbagi menjadi enam, di antaranya:
1. Sampah alam, sampah yang berasal alam seperti daun kering, ranting pohon, dan lain sebagainya.
2. Sampah manusia, sampah sisa-sisa pencernaan manusia seperti feses dan urin.
3. Sampah konsumsi, sampah yang berasal dari konsumsi yang dilakukan manusia, seperti bungkus makanan atau botol minuman.
4. Sampah nuklir, limbah dari pembuatan nuklir yang memiliki kandungan zat uranium dan thorium yang berbahaya bagi kehidupan.
5. Sampah industri, limbah cair dan padat dari hasil produksi.
6. Sampah rumah tangga, sampah dari sisa-sisa hasil aktivitas rumah tangga, seperti kertas, plastik, dan air cucian.
7. Sampah perkantoran, sampah yang berasal dari kawasan perkantoran dan pusat perbelanjaan, seperti plastik, kertas, dan tekstil.
Selain itu ada juga sampah yang digolongkan berdasarkan sifatnya, yaitu sampah organik, yakni sampah yang dapat diuraikan kembali melalui proses alamiah (degradable). Contohnya, daun-daunan, ranting, sayur-sayuran dan lainnya.
Ada juga sampah anorganik atau sampah yang tidak dapat diuraikan oleh alam (undegradable). Contohnya, plastik, botol, kaleng dan lainnya.
Berikut beberapa tips pengelolaan sampah yang telah dilansir dari laman resmi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman www.dlh.slemankab.go.id, Rabu (21/1/2026):
Prinsip Reduce, Reuse, Recycle, Replace atau 4R
1. Reduce (Mengurangi)
Reduce merupakan teknik mengelola sampah dengan meminimalisir penggunaan barang atau konsumsi barang jadi untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan relatif sedikit. Prinsip ini dapat diterapkan dengan membawa tas belanja sendiri ketika hendak berbelanja guna mengurangi penggunaan kantong plastik.
2. Reuse (Memakai Kembali)
Prinsip ini dapat diterapkan dengan menghindari penggunaan barang-barang sekali pakai. Misalnya, menggunakan wadah sendiri ketika membeli makanan atau minuman. Hal ini dapat memperpanjang jangka waktu sebuah barang atau benda menjadi sampah.
3. Recycle (Mendaur Ulang)
Sebelum membuang sampah ke pembuangan terakhir, usahakan memilih dan memilah sampah yang masih dapat digunakan atau tidak. Jika terdapat sampah yang bisa didaur ulang, maka bisa diproses menjadi sebuah produk yang berguna. Misalnya, mengubah botol bekas menjadi pot tanaman.
4. Replace (Mengganti)
Mengganti barang sekali pakai dengan barang yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan. Upaya ini dapat dilakukan dengan mengganti penggunaan tisu dengan lap yang dapat digunakan berulang kali.
7 Tips Pengelolaan Sampah jadi Barang Berguna
1. Pembuatan Kertas Daur Ulang
Kertas yang telah terpakai jangan langsung dibuang begitu saja. Anda dapat memanfaatkan menjadi barang baru dengan proses daur ulang. Caranya dengan merendam kertas bekas di dalam air. Kemudian campur dengan pewarna alami seperti kunyit, sirih, pandan wangi dan lain sebagainya. Campuran ini akan menghasilkan kertas berbagai warna dan siap untuk digunakan kesenian atau hanya sekedar media menulis.
2. Pembuatan Kerajinan dari Koran Bekas
Koran bekas dapat dikreasikan menjadi kerajinan vas bunga. Untuk mengurangi jumlah koran bekas kita bisa memanfaatkannya dengan cara membuat lilitan koran dalam jumlah banyak kemudian disusun menyerupai vas bunga. Setelah itu, untuk mempercantik tampilan bisa diberikan warna sesuai selera.
3. Kerajinan dari Kaleng Bekas atau Gelas
Pemanfaatan kerajinan dari kaleng atau gelas bekas dapat dilakukan untuk mengolah limbah sampah. Caranya bisa dengan membuat gift box dari kotak permen, pembuatan kotak pensil dari botol kaca, pembuatan guci dari pecahan gelas dan sebagainya.
4. Pembuatan Pakan Ternak
Limbah yang berasal dari sisa sayuran, ikan, dan ayam (organik) dapat diolah menjadi pakan ternak. Campuran ini menghasilkan makanan ternak yang bergizi tinggi dan baik untuk kesehatan hewan ternak.
5. Pembuatan Kompos
Beberapa sampah organik yang dapat dijadikan kompos adalah limbah yang mengandung karbon dan nitrogen sangat tinggi, seperti sampah hijau, daun kering, kotoran hewan ternak, lumpur cair dan sebagainya.
6. Pembuatan Gas Methan
Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa dalam sampah terkandung gas yang sangat potensial bagi kehidupan, yaitu gas methan. Di Kabupaten Bau-Bau, pemerintah menimbun sampah di dalam lapisan tanah, kemudian diberi saluran pipa instalasi gas methan. Hasil gas tersebut disalurkan ke pemukiman warga untuk listrik dan bahan bakar kompor.
7. Bank Sampah
Bank sampah merupakan tempat di mana sampah-sampah anorganik seperti gelas, plastik, kaleng, dan sebagainya dikumpulkan. Tempat ini memberikan ruang untuk mengurangi intensitas sampah yang ada.


