Tips Hindari Investasi Bodong

Diposting pada

Investasi bodong hingga sekarang ini masih saja menjadi perangkap bagi calon nasabah, dan terus dimanfaatkan oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab.

Kegiatan ini dianggap menjadi salah satu jalan cepat dan mudah untuk menghimpun dana dalam jumlah yang sangat besar dari masyarakat luas. Sehingga selama bertahun-tahun, investasi bodong masih saja banyak terjadi dan menimbulkan kerugian bagi para investor.

Modus lama memang, tapi korban baru terus saja berlanjut. Jika dilihat dari polanya, investasi bodong ini bukan suatu hal baru. Ini bisa dilihat dari tingginya jumlah kasus serupa yang terjadi bertahun-tahun.

Tentu semua itu sangat disayangkan, mengingat pemerintah telah memberikan peringatan akan bahaya dan juga kerugian yang dapat timbul atas kegiatan usaha yang tidak jelas tersebut. Namun, pada kenyataannya, hal yang sama masih saja terulang, bahkan dengan jumlah korban dan kerugian yang semakin fantastis.

Bingung Cari Produk Kredit Multi Guna Terbaik? Cermati punya solusinya!

Belajar dan lebih Cerdaslah Memahami Investasi

Kendati pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah berulangkali mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati ketika berinvestasi, tetap saja kasus penipuan berkedok investasi bodong ini masih saja terjadi.

Pada dasarnya, minimnya pengetahuan akan investasi itu sendirilah yang menjadi salah satu penyebab utamanya. Ditambah lagi dengan mudahnya tergiur pada sejumlah imbal hasil yang ditawarkan luar biasa besar.

Sebagai masyarakat yang berpeluang besar menjadi korban atas kegiatan investasi bodong ini, sudah seharusnya kita mulai belajar untuk lebih cerdas dan tanggap dalam memahami berbagai bentuk investasi, terutama yang ada di sekitar kita.

Jika kita paham dan mengenali risiko yang ada pada sebuah investasi secara baik, maka sikap waspada akan senantiasa kita miliki. Sehingga akan mampu menimbang dengan baik, investasi mana yang layak dan dapat memberikan manfaat lebih, serta risiko yang seimbang di dalam keuangan.

Untuk itu, selalu kenali investasi bodong sejak awal, agar risiko kerugian dapat dihindari. Simak ciri-ciri tips menghindari investasi bodong ini sejak awal dengan baik, yakni:

1. Waspadai Tawaran Imbal Hasil yang Tidak Wajar


Waspadai tawaran imbal hasil atau keuntungan yang tidak wajar

Hampir semua investasi bodong akan menawarkan imbal hasil yang tidak masuk akal dan luar biasa besar. Misal, jumlah keuntungan 5% dalam sebulan, atau jumlah keuntungan bisa mencapai 40-50% dalam 1 tahun.

Jumlah itu tentu sangatlah besar untuk ukuran imbal hasil/keuntungan dari sebuah investasi pada umumnya. Sehingga bisa dipastikan itu membuat cepat tergoda dan dengan senang hati menginvestasikan dana dalam jumlah besar.

Bagi yang telah terbiasa dengan sejumlah instrumen investasi, baik itu jangka panjang maupun jangka pendek, nilai imbal hasil tersebut tidaklah masuk akal dan terlalu berlebihan.

Untuk itu, memahami dan mengenal berbagai instrumen investasi serta risikonya, akan sangat membantu untuk menghindari godaan tawaran keuntungan yang tidak wajar itu.

2. Perhatikan Status Hukum Investasi yang Ditawarkan


Apakah perusahaan investasi itu diakui secara hukum? 

Biasanya, bila investasi itu bodong, tidak akan memiliki legalitas atau kekuatan/pengakuan hukum dari pihak berwenang. Sehingga, hak-hak investor menjadi tidak terjamin dengan baik.

Hal ini akan sangat berisiko. Sebab berbagai kemungkinan bisa saja terjadi pada dana yang diinvestasikan tersebut. Jika sewaktu-waktu kegiatan investasi ini bermasalah, maka kita selaku nasabah tidak akan memiliki perlindungan hukum atas dana yang telah tertanam di sana.

Untuk itu, sebelum melakukan kegiatan investasi, pastikan legalitas perusahaan dan juga usaha yang dijalankan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jika usaha bergerak dibidang jasa keuangan, maka pihak OJK lah yang berwenang untuk mengeluarkan ini usahanya.

Bila usaha tersebut bergerak di bidang koperasi, maka izin ini akan dikeluarkan oleh pihak Kementerian Koperasi dan UKM. Namun bila usaha tersebut di bidang perdagangan, maka perusahaan ini harus memiliki izin dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Sedangkan bila usaha tersebut dalam bentuk Multi Level Marketing (MLM), maka perusahaan tersebut harus memiliki izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Jadi, perhatikan status hukum perusahaan investasi ini dengan baik.

3. Pastikan Struktur Organisasinya Jelas

Sebuah perusahaan, tentu wajib memiliki struktur organisasi yang jelas, dimulai dari jabatan tertinggi hingga terendah. Namun, hal seperti ini tidak akan kita temukan pada investasi bodong, sebab pada dasarnya perusahaan ini berdiri dan dibentuk secara asal-asalan, tanpa memenuhi standar organisasi perusahaan sebagaimana mestinya.

Oleh karena itu, cermati struktur organisasi perusahaan yang akan dijadikan sebagai tujuan investasi dengan baik. Semakin tidak jelas struktur organisasi sebuah perusahaan, maka semakin meragukan juga kegiatan usaha yang mereka jalankan di dalamnya.

4. Lihatlah, Apakah Kegiatan Usaha yang Dilakukan Jelas

Kegiatan usaha tentu menjadi salah satu hal terpenting, sebab ini akan berdampak langsung pada imbal hasil yang bisa didapatkan dari kegiatan investasi tersebut.

Kebanyakan, investasi bodong tidak akan memiliki kegiatan usaha yang jelas dan terorganisir, karena perusahaan itu hanya fokus pada pengumpulan dana dari nasabah saja.

Ketahui dengan baik kegiatan usaha yang dijalankan oleh pihak perusahaan investasi, termasuk dengan melihat bukti-bukti kegiatan operasional mereka secara langsung. Ini bisa membantu menghindari kerugian atas investasi yang kita lakukan.

5. Apakah Sistem Perekrutan Berdampak Pada Hasil Investasi?


Perhatikan apakah Anda bisa untung besar bila berhasil merekrut orang lain

Ini penting untuk diketahui. Sebab, investasi bodong umumnya akan menggunakan sistem perekrutan yang secara langsung bisa memengaruhi jumlah pendapatan dari investasi yang kita tanamkan.

Jika kita bisa merekrut orang dan membuat mereka berinvestasi dalam jumlah besar, maka pendapatan kita juga akan semakin besar. Hal sebaliknya juga berlaku.

Sedangkan dalam perusahaan investasi yang legal, hal seperti ini tidak akan kita temukan. Karena hanya perlu berinvestasi dan mengawasi kegiatan investasi tersebut secara berkala.

Jika sebuah perusahaan investasi membebani nasabahnya dengan sistem perekrutan ini, maka besar kemungkinan adalah perusahaan investasi bodong yang tidak jelas usahanya.

6. Lihat, Apakah Alamat Usaha dan Kepengurusannya Jelas?


Perhatikan apakah lamat perusahaan tersebut jelas dan nyata

Jika demikian yang Anda temukan, maka ada baiknya berhati-hati. Bukan hanya kegiatan usahanya saja yang tidak jelas, alamat perusahaan juga harus bisa dipastikan nyata berada di suatu tempat dengan jelas.

Perusahaan investasi bodong pada umumnya hanya akan memiliki kantor kecil dan tampak tidak profesional, beserta sejumlah staf/karyawan yang jumlahnya juga hanya sedikit saja.

Bila melihat kondisi perusahaan yang seperti ini, maka waspadalah sejak awal. Sebab bisa saja perusahaan ini akan gulung tikar beberapa hari setelah dana kita investasikan di sana.

Nah, perlu diingat, perusahaan yang profesional seharusnya berdiri di lokasi yang layak dan strategis. Selain itu juga didukung oleh staf dan juga kegiatan usaha yang layak serta legal.