Liputan6.com, Jakarta – Hari Raya Lebaran 2026 identik dengan pembagian tunjangan hari raya (THR). Namun, masyarakat juga perlu memperhatikan pengeluaran THR-nya agar tetap bisa memenuhi kebutuhan harian. Lantas, bagaimana cara mengaturnya?
Perencana Keuangan, Andy Nugroho membagikan tips agar momen setelah Hari Raya Idulfitri bisa tetap tenang. Caranya dengan mengalokasikan lebih dahulu dana hasil THR maupun pendapatan untuk pos kebutuhan harian.
“Karena ketika kita sudah menyisihkan lebih dahulu untuk berbagai kebutuhan pasca lebaran, maka bila dana untuk lebaran benar-benar habis kita masih aman karena sudah menyisihkannya lebih dahulu,” ujar Andy saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (22/3/2026).
Dia menjelaskan, setidaknya ada 4 pos pengeluaran prioritas yang harus dipisahkan terlebih dahulu. Pertama, kebutuhan penting dan wajib. Contohnya, cicilan utang, uang sekolah anak, pembelian token listrik, hingga tagihan air harian.
Kedua, kebutuhan yang bersifat penting namun masih bisa diatur ulang. Misalnya biaya makan sehari-hari, uang transport ke tempat kerja atau sekolah, dan biaya sejenis lainnya.
“(Ketiga) disisihkan sekitar 10% untuk ditabung. (Keempat) selebihnya barulah bisa kita gunakan dan habiskan untuk berbagai kebutuhan lebaran,” ucap Andy.
Waspada Penggunaan Dana
Andy mengingatkan, penggunaan dana perlu mengacu pada alokasi yang dibagikan sebelumnya. Menurut dia, hal itu jadi koridor pengeluaran masyarakat selama libur Lebaran 2026.
“Bila semua dana yang ada dihabiskan hanya untuk berlebaran dan liburan tanpa ada pengalokasian untuk kebutuhan lain pasca lebaran, maka berarti akan ada pos pengeluaran yang akan dikorbankan tidak terpenuhi,” tuturnya.
“Biasanya yang pertama kali akan jadi korban adalah pos untuk ditabung. lalu yang akan berkurang lagi adalah pos untuk membayar cicilan utang, yang berakibat pada kita kena denda atau konsekuensi lainnya,” Andy menambahkan.

