Thomas Chen, CEO Function, & Perannya Mengubah Bitcoin Jadi Aset Produktif

Diposting pada

Bitcoin sejak awal lahir sebagai respons atas keterbatasan sistem keuangan lama. Ia dirancang sederhana, keras kepala, dan sulit diubah. Dalam perjalanan waktu, kesederhanaan itu justru membentuk identitasnya sebagai aset yang disimpan, bukan digunakan. Banyak orang memperlakukan Bitcoin layaknya emas digital: dibeli, diamankan, lalu ditunggu.

Namun, seiring semakin banyak institusi masuk, muncul pertanyaan yang pelan tapi konsisten mengemuka. Apakah aset dengan nilai ratusan miliar dolar ini akan selamanya pasif? Ataukah ada cara memanfaatkannya tanpa mengorbankan prinsip dasarnya?

Pertanyaan semacam ini sebelumnya sering muncul saat membahas para tokoh kripto berpengaruh yang mendorong arah baru industri, baik dari sisi teknologi, institusi, maupun regulasi. Dalam konteks inilah nama Thomas Chen mulai relevan, bukan sebagai figur populer, melainkan sebagai eksekutif yang bekerja di lapisan infrastruktur.

Thomas Chen dan Cara Pandangnya terhadap Bitcoin

Thomas Chen bukan figur yang tumbuh dari kultur kripto ritel. Ia tidak dikenal lewat prediksi harga atau narasi sensasional. Latar belakangnya berasal dari keuangan tradisional dan fintech, lingkungan yang menuntut disiplin tinggi dalam manajemen risiko dan skala operasional.

Sebagai CEO Function, Chen melihat Bitcoin bukan sebagai eksperimen ideologis, melainkan sebagai aset bernilai besar yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Cara pandang ini membuat posisinya berbeda dengan banyak figur kripto lain yang lebih dikenal publik. Jika beberapa sosok kripto dikenal karena pengaruh personal atau eksposur media, seperti yang sering terlihat dalam daftar CEO kripto dengan kekayaan terbesar, Chen justru bergerak tenang di balik layar, fokus pada struktur dan ketahanan sistem.

Pandangan ini tumbuh dari pengalamannya menghadapi institusi yang selalu bertanya satu hal sederhana: bagaimana aset ini bisa digunakan secara nyata, bukan sekadar disimpan.