Site icon Info Bet Gratis – Main Zeus Gacor

Terendam Banjir, 194,5 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Gagal Panen

Liputan6.com, Jakarta – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 1.387 hektare lahan sawah di wilayah tersebut terdampak banjir. Dari total itu, 194,5 hektare mengalami puso atau gagal panen.

“Berdasarkan hasil rekapitulasi per 27 Januari 2026 terdapat 1.387 hektare terdampak banjir, yang mana 194,5 hektare lahan pertanian itu puso atau gagal panen karena terendam banjir,” ujar Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono, dikutip dari Antara, Rabu (28/1/2026).

Ujang menjelaskan, 194,5 hektare lahan sawah yang puso tersebar di empat kecamatan. Di Kecamatan Cisoka, Desa Bojongloa dan Carenang terdapat 185 hektare, sementara di Kecamatan Panongan, Desa Rancaiyuh dan Rancakelapa seluas 4,5 hektare.

Kemudian, di Kecamatan Jayanti terdapat satu hektare, Kecamatan Balaraja, Desa Gembong seluas dua hektare lahan pertanian terdampak banjir.

Sementara itu, dari total 1.387 hektare jumlah lahan pertanian yang terdampak bencana banjir ini ada di 16 wilayah kecamatan di antaranya di Tigaraksa, Cisoka, Panongan, Jayanti, Balaraja, Sindangjaya, Rajeg, Jambe, Sukadiri, Pakuhaji dan Kronjo dengan total 49 desa.

“Wilayah-wilayah ini memang sudah terdampak sejak terjadinya cuaca ekstrem yang sudah melanda Kabupaten Tangerang pada beberapa pekan lalu,” ujarnya.

Meski demikian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang bersama tim penyuluh Kementerian Pertanian masih melakukan identifikasi atau pendataan terhadap wilayah-wilayah pertanian yang terdampak bencana alam.

“Mengingat perkembangan iklim yang terjadi hingga pertengahan Februari 2026, mengikuti perkembangan data-data iklim BMKG maka kami masih akan melakukan pendataan lanjutan,” ungkapnya.

Exit mobile version