Liputan6.com, Jakarta – Teka teki rekaman data langkah kaki di smartwatch milik kopilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, akhirnya terjawab. Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi’i, langkah kaki yang terekam adalah data beberapa bulan lalu bukan setelah pesawat jatuh. “Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan. Dan yang bersangkutan (pihak keluarga korban) sudah dimintai keterangan,” ujar Syafi’i di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Rabu (21/1/2026). Menurut Syafi’i, pihak keluarga Farhan telah menerima […]



