Pemerintah mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir-longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak 9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November, sementara 2 helikopter tambahan terbang dari Jakarta pagi ini. Helikopter-helikopter ini difokuskan untuk menjangkau wilayah terisolasi, terutama daerah yang jalur daratnya terputus, dengan memperhatikan kondisi cuaca sebagai faktor utama. Presiden Prabowo Subianto menyatakan keprihatinan dan mendoakan warga terdampak, serta menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan menjaga lingkungan di tengah perubahan iklim.

Banjir dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 18 November 2025, merusak rumah, jalan, dan jembatan. Di Aceh, 250 meter ruas jalan di Nagan Raya putus total, satu jembatan penghubung antarkecamatan rusak, dan 799 site komunikasi lumpuh, membuat ratusan keluarga terisolasi. Di Sumatera Barat, 13–14 kabupaten/kota terdampak, fasilitas air bersih PDAM rusak, sejumlah jembatan runtuh, dan 3.900 KK mengungsi. Kota Solok dan Padang menjadi daerah terparah. Sumatera Utara melaporkan 116 korban meninggal, 42 hilang, dengan ribuan warga […]