Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah harus mengalokasikan tambahan anggaran subsidi energi hingga Rp 100 triliun untuk menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Meski demikian, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali di level 2,9 persen. Menurut Purbaya, pemerintah menggunakan asumsi harga minyak dunia yang relatif tinggi dalam penyusunan kebijakan fiskal, yakni rata-rata sebesar USD 100 per barel sepanjang tahun. “Kita mindset dengan asumsi harga minyak tinggi terus, rata-rata USD 100 sepanjang tahun. […]



