Liputan6.com, Jakarta – Menjelang Hari Raya Nyepi, suasana di berbagai wilayah yang memiliki komunitas Hindu biasanya berubah menjadi lebih ‘hidup’. Patung-patung raksasa atau yang biasa disebut ogoh-ogoh, diarak keliling jalan. Diiringi tabuhan gamelan dan sorak-sorai masyarakat. Bagi orang awam yang menyaksikan dari kejauhan, ogoh-ogoh sering dianggap sekadar seni dan tradisi budaya yang dilestarikan. Namun, maknanya jauh lebih dalam. Di balik bentuknya yang besar dan menyeramkan, ogoh-ogoh menyimpan pesan spiritual tentang perjalanan manusia dalam menghadapi sisi gelap dirinya sendiri dari energi […]



