Liputan6.com, Jakarta – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya menyebut penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinatornya, Andrie Yunus sebagai ancaman serius bagi demokrasi. “Ini bukan lagi alarm. Ini marabahaya,” kata Dimas kepada wartawan, pada Jumat (13/3/2026). Menurut dia, serangan terhadap Andrie Yunus menunjukkan situasi yang dinilai semakin buruk bagi para pembela hak asasi manusia. “Ini kondisi yang sangat brutal, sangat buruk, dan sangat zalim,” ucap dia. Dimas menegaskan, Andrie Yunus dikenal sebagai sosok […]