Kriminolog Adrianus Meliala menyoroti bahaya ekstremisme sayap kanan dalam kasus ledakan bom di SMAN 72 Jakarta, November lalu. Ia menyebut ideologi tersebut menjadi motif pelaku dan menandai masuknya paham right-wing extremism ke Indonesia. Menurut Adrianus, kasus ini menunjukkan globalnya pengaruh ideologi seperti Neo-Nazi dan supremasi kulit putih, bahkan mampu memengaruhi anak-anak. Ia memperingatkan ekstremisme sayap kanan berpotensi menjadi fenomena baru terorisme di masa depan. Adrianus berharap paham tersebut dapat dicegah agar tidak berkembang lebih luas di Indonesia.
Tag: fenomena baru
Fenomena ‘Rojali’: Masyarakat ke Mal Tapi Tak Berbelanja
Muncul fenomena baru di mal-mal Indonesia, yang dikenal dengan istilah ‘Rojali’ (rombongan jarang beli). Masyarakat terutama kelas menengah atas cenderung datang ke mal hanya untuk cuci mata tanpa berbelanja. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, menyampaikan bahwa sejak awal tahun hingga Juni 2025, daya beli konsumen kelas menengah atas yang menggerakkan 70% konsumsi masih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Kondisi ini tercermin dari data besar (big data) yang menunjukkan tren konsumsi yang belum menggembirakan. David membandingkan situasi ini dengan […]


