Liputan6.com, Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada kuartal II 2026 dinilai tidak hanya dipengaruhi faktor global, tetapi juga meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) dari dalam negeri. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan kenaikan permintaan dolar terjadi seiring memasuki musim pembayaran dividen perusahaan serta kebutuhan valas untuk penyelenggaraan ibadah haji. “Memang di kuartal kedua ini, betul bahwa memang ada permintaan dollar yang meningkat, perusahaan-perusahaan listed companies jadwalnya yang bayar dividen, itu banyak sekali di […]