Liputan6.com, Jakarta – Malam di sekitar SPBE Cimuning, Kota Bekasi, awalnya tampak seperti malam-malam biasa. Lampu rumah menyala, aktivitas warga berjalan pelan menuju istirahat. Tak ada tanda bahwa beberapa saat kemudian, kepanikan akan pecah dan memaksa orang-orang berlari meninggalkan segalanya. Semua bermula dari sesuatu yang nyaris dianggap sepele: bau gas. Aroma itu datang perlahan, merayap di udara, lalu semakin pekat. Dalam waktu singkat, suasana berubah. Jalanan yang biasa dilalui warga disebut-sebut “memutih”, tertutup uap gas yang menyebar tanpa arah. “Asapnya […]