Liputan6.com, Jakarta – Sudin LH atau Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara terus mendorong warga dan pemangku kebijakan untuk mengurangi sampah rumah tangga dan meningkatkan kesadaran memilah sampah dari sumbernya.
Kepala Sudin LH Jakarta Utara Edy Mulyanto menyampaikan bahwa 23.691 dari 228.737 rumah di wilayahnya telah melakukan pemilahan sampah.
HomeNewsPeristiwa
Sudin LH Jakarta Utara Perkuat Aksi Pengurangan Sampah
Sudin LH Jakarta Utara memperluas gerakan pilah sampah dan membenahi pengolahan untuk mengurangi produksi sampah.
Khamelia Marsha
Oleh
Khamelia Marsha
Diterbitkan 13 Februari 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Petugas Pengangkut Sampah
Perbesar
Petugas gabungan membersihkan tumpukan sampah di pesisir Marunda. Sekitar 700 personel dikerahkan untuk menyingkirkan sampah sepanjang satu kilometer, yang diduga terbawa dari beberapa muara sungai di Marunda. (Dok. Antara).
Tanya apapun tentang artikel ini…
Cari
Paling sering ditanyakan
Apa tujuan utama Sudin LH Jakarta Utara terkait pengelolaan sampah?
Berapa persentase rumah di Jakarta Utara yang telah memilah sampah?
Bagaimana Jakarta Utara melibatkan masyarakat dalam pengurangan sampah?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta – Sudin LH atau Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara terus mendorong warga dan pemangku kebijakan untuk mengurangi sampah rumah tangga dan meningkatkan kesadaran memilah sampah dari sumbernya.
Kepala Sudin LH Jakarta Utara Edy Mulyanto menyampaikan bahwa 23.691 dari 228.737 rumah di wilayahnya telah melakukan pemilahan sampah.
BACA JUGA:
Menpar Minta Industri Perhotelan dan Restoran di Indonesia Terapkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
“Dari total 228.737 rumah di Jakarta Utara, sebanyak 23.691 rumah atau 10,36 persen telah memilah sampah dan mendekati target 11 persen pada 2025,” kata Edy, melansir Antara, Jumat (13/2/2026).
Angka ini menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan, meski target 11 persen pada 2025 hampir tercapai, pemerintah daerah menilai masih ada ruang untuk meningkatkan partisipasi warga dalam memilah sampah.
Pengurangan sampah ini juga diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Salah satunya adalah pendirian 1.468 titik penurunan sampah organik di sejumlah RW percontohan yang tersebar di enam kecamatan, yang memudahkan warga membuang sampah organik secara terpisah dan lebih terkelola.
Selain itu, kegiatan ini melibatkan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam Gerakan Pilah Sampah, anggota Pramuka Saka Kalpataru, serta sekolah-sekolah. Keterlibatan lintas pihak ini menjadi kunci untuk mendorong partisipasi warga dalam memilah sampah sejak rumah tangga.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan pelibatan berbagai pihak mampu mendorong pengurangan sampah dari sumbernya,” kata Edy.

