Liputan6.com, Jakarta – Sudin LH atau Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara terus mendorong warga dan pemangku kebijakan untuk mengurangi sampah rumah tangga dan meningkatkan kesadaran memilah sampah dari sumbernya.
Kepala Sudin LH Jakarta Utara Edy Mulyanto menyampaikan bahwa 23.691 dari 228.737 rumah di wilayahnya telah melakukan pemilahan sampah.
“Dari total 228.737 rumah di Jakarta Utara, sebanyak 23.691 rumah atau 10,36 persen telah memilah sampah dan mendekati target 11 persen pada 2025,” kata Edy, melansir Antara, Jumat (13/2/2026).
Angka ini menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan, meski target 11 persen pada 2025 hampir tercapai, pemerintah daerah menilai masih ada ruang untuk meningkatkan partisipasi warga dalam memilah sampah.
Pengurangan sampah ini juga diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Salah satunya adalah pendirian 1.468 titik penurunan sampah organik di sejumlah RW percontohan yang tersebar di enam kecamatan, yang memudahkan warga membuang sampah organik secara terpisah dan lebih terkelola.
Selain itu, kegiatan ini melibatkan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam Gerakan Pilah Sampah, anggota Pramuka Saka Kalpataru, serta sekolah-sekolah. Keterlibatan lintas pihak ini menjadi kunci untuk mendorong partisipasi warga dalam memilah sampah sejak rumah tangga.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan pelibatan berbagai pihak mampu mendorong pengurangan sampah dari sumbernya,” kata Edy.

