Liputan6.com, Pati – Penetapan tersangka Bupati Pati nonaktif Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), disambut euforia warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kegembiraan itu diluapkan warga dengan mendatangi agenda syukuran rakyat di kawasan Alun alun Simpang Lima Pati pada Jumat sore (23/1/2026).
Ribuan warga memadati titik pusat keramaian Kota Pati, yang juga berada di depan Kantor Bupati Pati. Syukuran rakyat yang diinisiasi Alansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) ini, menyusul Bupati Sudewo yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.
Orang nomor satu di Kabupaten Pati yang pernah didemo warganya gara-gara kebijakannya memicu kontroversi ini, ditangkap komisi anti rasuah atas kasus jual beli jabatan seleksi perangkat desa (Perades) di kabupaten setempat.
Penetapan status hukum itu, pasca penyidik melakukan pemeriksaan maraton terhadap Sudewo di Gedung Merah Putih KPK RI, Selasa (20/01/2026). Hingga saat ini, Sudewo yang juga politisi Partai Gerindra ini telah ditahan KPK selama 20 hari ke depan.
Pesta syukuran yang dimotori AMPB ini cukup beralasan. Sebab selama ini mereka getol mendesak Bupati nonaktif Sudewo mundur dari jabatannya.
AMPB menuding kebijakan Sudewo selama setahun memimpin Kabupaten Pati, dinilai menyengsarakan masyarakat.
Dari pantauan Liputan6.com di lokasi, warga mulai berdatangan di Alun alun Pati mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang magrib.
Kehadiran ribuan warga yang diperkirakan 10 ribu orang ini, juga dimanfaatkan ratusan pedagang kaki lima berjualan di jantung Kota Pati tersebut.
Tak hanya itu, warga dengan swadaya membawa beragam sajian menu makanan dan nasi tumpeng yang bisa disantap gratis bersama sama. Tampak sejumlah seniman lokal Pati, juga turut meramaikan acara itu.
Sebelum acara potong tumpeng dan makan bersama, dilakukan pembacaan doa dengan diselipkan sejumlah pesan penting.










