Liputan6.com, Jakarta – Kepergian pengusaha nasional Michael Bambang Hartono meninggalkan kesan mendalam bagi banyak tokoh, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Ahok mengaku memiliki kedekatan dengan almarhum, meski tidak intens berkomunikasi. Ia mengenang momen kebersamaan saat berdiskusi santai yang sarat inspirasi.
“Kita dekat sekali sih, jarang kontak ya, tapi dulu sering makan bareng sambil tukar pikiran, ide-ide. Bagaimana perjuangan beliau, cara mengatasi bisnis, segala macam. Kita dapat banyak inspirasi, belajar terus,” ujar Ahok usai melayat di Grand Heaven, di Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, Hartono merupakan sosok yang tak pernah berhenti mengasah kemampuan, bahkan di usia lanjut. Ia menilai aktivitas seperti bermain bridge menjadi bukti bahwa almarhum terus melatih ketajaman berpikir.
“Bayangin masih jadi atlet di bridge, saya yakin mesti latih pikiran. Kita nggak boleh diam supaya tetap bisa berpikir. Saya kira sampai sebelum meninggal pun pikirannya masih sangat bagus,” kata dia.
Ahok juga menekankan nilai-nilai yang ditinggalkan Hartono, terutama soal etos kerja dan integritas. Ia menyinggung perjalanan bisnis Djarum yang penuh tantangan, termasuk saat menghadapi musibah kebakaran, namun tetap bangkit.
“Ini model yang kita kehilangan. Salah satu pengusaha besar Indonesia yang memberikan contoh etos kerja, pantang menyerah, dan kejujuran. Nama baik itu di atas segala-galanya,” tegasnya.
Sementara itu, Raja Juli Antoni mengaku tidak memiliki kedekatan personal dengan Hartono. Meski demikian, ia mengenal sosok almarhum melalui keluarga dan pemberitaan media.
“Saya terus terang tidak kenal beliau secara personal. Hanya bertemu beberapa kali di acara, salaman, dan berbicara satu-dua kata,” ujarnya dalam kesempatan serupa.

