Liputan6.com, Jakarta – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, ikut menanggapi wacana pemberlakuan work from home (WFH) yang akan diterapkan pemerintah. Kebijakan penerapan WFH sebagai upaya penghematan energi.
Menurut Dedi, Pemprov Jabar sudah sejak lama memberlakukan WFH setiap hari Kamis. Dia mengklaim, kebijakan itu berdampak efektif pada anggaran. Kebijakan kerja jarak jauh tersebut justru memicu capaian realisasi belanja anggaran yang melampaui target (over).
“Kita sudah dari dulu jalankan WFH, efektif. Lihat saja produk pembangunannya, berhasil atau tidak. Selama ini administrasi berjalan dengan baik, kemudian realisasi belanja anggaran malah over,” ujar Gubernur Dedi Mulyadi usai silaturahmi di Gedung Sate Bandung. Demikian dikutip dari Antara, Senin (30/3/2026).
Dedi menegaskan, efektivitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh lagi diukur hanya dari kehadiran fisik di kantor. Melainkan berbasis pada produk pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Justru, katanya, keberhasilan skema WFH menjadi bukti bahwa birokrasi Jawa Barat tetap produktif meski tidak terpaku pada ruang kerja konvensional.










