Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menegaskan bahwa koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto saat ini berada dalam kondisi solid. Bahkan, ia mengungkapkan partai-partai politik dalam koalisi telah menjalin komunikasi informal untuk membahas wacana koalisi permanen.
“Insyaallah solid. Koalisi permanen bisa terjadi dan memang namanya koalisi itu pasti akan ada sikap-sikap politik yang akan didiskusikan secara intens,” kata Sarmuji di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Sarmuji menyebutkan, komunikasi terkait wacana koalisi permanen tersebut sejauh ini dilakukan secara informal dan mendapat respons positif dari para pihak.
“Ya ngobrol informal, tanya-tanya, telepon-telepon,” ujarnya.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu juga menegaskan bahwa pembahasan koalisi permanen tetap akan memperhatikan aspirasi masyarakat.
Menurutnya, kemungkinan masih diperlukan penyesuaian dalam prosesnya.
“Mungkin harus ada penyesuaian-penyesuaian memperhatikan aspirasi masyarakat. Tapi arahnya sih kelihatannya oke-oke saja,” pungkas Sarmuji.
Golkar Dorong Koalisi Permanen Prabowo
Sebelumnya, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tahun 2025 menghasilkan sepuluh keputusan, yang tertuang dalam bentuk rekomendasi atau pernyataan politik Rapimnas I Partai Golkar tahun 2025.
Salah satu sikap dan rekomendasi Golkar adalah mendorong terbentuknya koalisi partai menjadi koalisi permanen. Hal itu seperti disampaikan Ketua Umum atau Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
“Menuju pembentukan Koalisi Permanen yang ideologis dan strategis, berbasis pada kesamaan platform dan agenda kebijakan. Koalisi Permanen ini tidak hanya dibangun untuk memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden, tetapi dilembagakan sebagai bentuk kerja sama politik yang mengikat di parlemen dan pemerintahan,” ungkap Bahlil dalam keterangannya, Minggu, 21 Desember 2025.
Menurut Bahlil, tujuan koalisi permanen adalah agar pemerintah mendapat dukungan stabil dan menjaga keberlanjutan pembangunan nasional jangka panjang.
“Tujuannya adalah untuk memastikan setiap kebijakan strategis pemerintah memperoleh dukungan politik yang stabil, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta menjaga kesinambungan pembangunan nasional dalam jangka panjang. Stabilitas politik merupakan prasyarat utama bagi pembangunan berkelanjutan,” papar dia.
Selain itu, lanjut Bahlil, rekomendasi Partai Golkar lainnya adalah Golkar mendukung kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, serta peran kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik.


