Yogyakarta, 29 Agustus 2025 – Situasi di Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memanas pada Jumat (29/8) malam. Sekitar pukul 18.43 WIB, aliran listrik di kompleks Polda dipadamkan, membuat area gelap gulita. Massa aksi yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat, dan pengemudi ojek online (ojol) melakukan perusakan dan pembakaran.
Gedung Humas Polda DIY di sisi timur lantai dasar terbakar, sementara dua mobil ikut hangus dilalap api. Tiga kali suara ledakan terdengar di lokasi, meski sumber ledakan belum diketahui. Massa juga merusak bangunan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Satu unit pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api, namun massa tetap bertahan di halaman Polda DIY.
Aksi ini merupakan bagian dari gerakan “Jogja Memanggil” yang sebelumnya dikoordinasikan di Kampus Universitas Islam Indonesia (UII). Massa membawa sejumlah tuntutan, antara lain: pembubaran DPR RI, pengusutan tewasnya pengemudi ojol Affan Kurniawan, pembatalan tunjangan perumahan DPR, pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, serta reformasi TNI/Polri.
Koordinator aksi, Adi, menegaskan bahwa demonstrasi akan berlanjut dengan skala lebih besar pada Senin (1/9) di kawasan Malioboro, sekaligus mengajak kota-kota lain untuk bergabung dalam aksi nasional.