Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa volume perdagangan Indonesia dan Rusia mengalami kenaikan 12 persen. Dia menilai kerja sama kedua negara masih dapat ditingkatkan dan diperluas ke sektor-sektor lainnya.
“Perdagangan antara kedua negara kita juga berkembang. Pada tahun lalu volume perdagangan naik 12 persen. Komisi Bersama Rusia Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan dan kerja sama teknis terus bekerja,” jelas Putin saat melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Putin menyinggung kerja sama bilateral Indonesia-Rusia di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, hingga energi nuklir. Terlebih, kedua negara telah menyepakati perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia.
“Kami memerhatikan pembangunan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir. Kita telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas antara Republik Indonesia dan Uni Ekonomi Rusia,” tuturnya.
Putin menekankan Indonesia merupakan salah satu mitra kunci Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Selain itu, dia menyebut Indonesia sebagai salah satu sahabat Rusia yang tepercaya di ASEAN dan organisasi internasional lainnya.
“Saya yakin pertemuan kali ini akan memberikan dorongan baru kepada hubungan bilateral antara kedua negara kita,” ujar Putin.
“Kami sangat senang dan gembira menerima kunjungan dari Bapak Presiden hari ini. Selamat datang,” sambung Putin.

