Pria di Depok Tewas Ditusuk saat Tertidur, Polisi Buru Dua Pelaku

Diposting pada

Seorang pria bernama Dedi Setiawan, tewas setelah ditusuk saat tertidur di rumahnya di kawasan Cilangkap, Tapos, Depok, Kamis (8/1/2026) malam. Polisi kini memburu pelaku penusukan yang identitasnya masih belum diketahui.

Ketua RT setempat, Euis Siti Saldah, mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kejadian tersebut. Namun, setelah mendapat informasi bahwa korban mengalami luka tusuk, ia langsung mendatangi rumah korban.

“Saya pegang nadinya memang sudah lemah dan tepuk-tepuk pipinya sudah tidak respons,” ujar Euis, Jumat (9/1/2026).

Melihat kondisi korban yang semakin melemah, Euis meminta warga untuk segera membawa korban ke RSUD ASA guna mendapatkan pertolongan medis. Namun, ia tidak mengetahui pasti motif penusukan tersebut.

“Yang tahu persis dua orang temannya. Posisi korban saat ditemukan sedang telungkup dan terdapat luka tusuk di punggung bagian kiri,” jelas Euis.

Sementara itu, Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono mengungkapkan peristiwa penusukan bermula ketika dua orang tidak dikenal mendatangi rumah korban sambil mencari keberadaan korban. Saat itu, korban diketahui sedang tertidur di ruang tamu rumahnya.

“Saat melihat korban yang sedang tertidur, tersangka langsung mengeluarkan senjata tajam jenis pisau,” ungkap Jupriono.

Sempat Dibawa ke Rumah Sakit

Pelaku kemudian menusukkan pisau ke bagian belakang atau punggung korban. Usai melakukan aksinya, pelaku sempat berteriak kepada korban sambil menyebutkan identitas asal daerah korban.

“Setelah melukai korban, tersangka langsung pergi meninggalkan korban,” ucap Jupriono.

Korban yang mengalami luka tusuk di punggung sempat dilarikan ke RSUD ASA. Namun setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong.

“Hasil pemeriksaan rekam jantung dari RSUD ASA, korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” terang Jupriono.

Hingga kini, Polsek Cimanggis masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi.

“Saat ini masih kami selidiki dan memburu tersangka,” pungkas Jupriono.