
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan tantangan berat dalam tata kelola dan pemberantasan korupsi saat menghadiri Business Summit di Washington DC, Rabu (18/2/2026).
Prabowo menyebut ekonomi Indonesia kuat dengan pertumbuhan stabil 5%, inflasi rendah, dan investasi AS mencapai US$ 53 miliar. Namun, masalah seperti penyelundupan, penangkapan ikan ilegal, dan eksploitasi hutan lindung oleh korporasi masih menggerus pendapatan negara.
“Pemerintah tidak akan menyerahkan kedaulatan pada kartel ilegal,” tegas Prabowo, yang juga mengungkap penghematan US$ 18 miliar dari proyek tidak produktif.
