Liputan6.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, krisis global yang terjadi saat ini mendorong percepatan agenda transformasi nasional, khususnya, dalam upaya mencapai swasembada pangan dan energi.
Dia menilai kondisi global saat ini memaksa pemerintah untuk mempercepat langkah-langkah strategis yang sebenarnya telah direncanakan sejak lama.
Prabowo menegaskan berbagai tantangan yang muncul justru menjadi momentum untuk mengakselerasi transformasi nasional.
“Menurut saya, krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat,” kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, pemerintah telah lama menyadari pentingnya pengalihan menuju energi terbarukan serta pemanfaatan sumber energi yang berasal dari dalam negeri.
Prabowo menyebut kondisi saat ini mendorong upaya tersebut dilakukan dengan lebih cepat dan intensif.
“Kita sudah tahu bahwa kita harus melakukan pengalihan energi kepada energi terbarukan, kepada energi yang kita miliki sendiri. Kita sudah paham itu. Ini mempercepat. Jadi ini memaksa kita untuk bekerja lebih keras,” tuturnya
Selain itu, dia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif, termasuk bahan bakar nabati yang berasal dari komoditas pertanian.
Indonesia juga memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan lainnya, seperti panas bumi dan tenaga air.
“Kita punya kelapa sawit, bisa kita ubah menjadi solar, bisa menjadi etanol. Kita bisa dari tebu, kita bisa dari singkong, kita bisa dari jagung. Ini kita punya semua. Kita punya geotermal yang banyak. Kita bisa pakai kekuatan air, hidro, mini hidro, banyak sekali,” jelas Prabowo.










