Liputan6.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai langkah nyata pemerintah untuk melawan praktik rentenir yang selama ini menjerat masyarakat desa, nelayan, dan pelaku usaha mikro.
Melalui koperasi ini, kata Prabowo, negara hadir memberikan akses pembiayaan murah, fasilitas usaha, serta layanan dasar agar rakyat kecil tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi.
“Di situ akan ada gerai untuk super micro financing untuk membantu menghilangkan peran daripada rentenir. Kita akan beri bunganya yang sangat-sangat mudah, sangat ringan untuk mereka-mereka,” tegasnya dalam Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Lantaran, menurut Prabowo, selama ini perhatian terhadap pelaku usaha kecil, terutama nelayan dan masyarakat di pulau-pulau terpencil, masih sangat minim. Ia menilai kebijakan ekonomi kerap lebih menguntungkan pengusaha besar, sementara rakyat kecil jarang mendapatkan kesempatan yang sama.
“Kalau pengusaha besar boleh di kasih apa itu, haircut? Enaknya sendiri haircut-haircut. Masa nelayan-nelayan kita enggak kita berdayakan? Belum pernah mereka dapat kesempatan ini,” katanya.
Menurut Prabowo, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak masyarakat desa yang hidup dalam kesulitan. Bahkan, ia mengaku mendengar langsung keluhan warga yang menangis karena tidak memiliki akses modal dan fasilitas pendukung usaha.
“Banyak yang nangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Koperasi Merah Putih akan segera beroperasi dalam waktu dekat. Pemerintah menargetkan ratusan koperasi mulai berjalan dalam 1–2 bulan ke depan, sementara sekitar 30.000 koperasi sudah hampir berdiri di berbagai daerah.
“Kemungkinan saya dapat laporan mungkin dalam 1–2 bulan ini sudah akan beroperasi beberapa ratus koperasi. Yang koperasinya sudah hampir berdiri adalah 30.000 koperasi,” jelas Prabowo.

