Prabowo Minta Disiplin Prosedur Pengelolaan MBG Ditingkatkan, Kejadian Tak Diinginkan Jangan Terulang

Diposting pada

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah meminta secara khusus kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar tidak ada lagi persoalan teknis di lapangan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prabowo ingin disiplin prosedur teknis dalam program MBG ditingkatkan agar dapat berjalan maksimal untuk para penerima manfaat.

“Beliau (Prabowo) menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan. Karena menurut catatan dari Kepala BGN di bulan Desember, masih ada kurang lebih 15 kejadian, yang Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin ini tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” jelas Prasetyo usai Taklimat Awal Tahun 2026 di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

Untuk masalah anggaran dipastikan tidak ada kendala. Di tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk MBG sebesar Rp335 triliun.

“Tahun 2026 yang akan datang sudah dialokasikan kurang lebih Rp335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis,” ucapnya.

Prabowo Berkomitmen MBG Zero Accident

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa program makan bergizi gratis (MBG) masih memiliki kekurangan dan penyimpangan. Namun, kata dia, keberhasilan program MBG mencapai 99,99 persen apabila dilihat dari statistik.

“Apakah ada kekurangan? Ada. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan apakah ada penyimpangan? Pasti. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan dan penyimpangan,” kata Prabowo saat retret kabinet merah putih atau taklimat awal tahun di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

“Tapi kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik boleh dikatakan bahwa kita 99,99 persen berhasil,” sambungnya.

Prabowo menyampaikan komitmen pemerintah agar program MBG berjalan tanpa ada kekurangan dan kesalahan atau zero defect. Dia menuturkan pemerintah tengah mengatasi kekurangan dalam MBG, meski persentasenya hanya kecil.

“Jadi saudara tentunya kita harapkan zero defect itu yang harus kita capai tidak kita puas, dengan kekurangan 0,0 sekian itupun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi dan Alhamdulillah kita sudah mengatasi dan kita sedang atasi terus,” ujarnya.

Menurut dia, langkah-langkah pengamanan dan pengawasan terus dilakukan agar program MBG berjalan tanpa ada kekurangan. Prabowo menekankan pemimpin yang bertanggung jawab harus bekerja keras menghilangkan kemiskinan dan kelaparan, salah satunya dengan program MBG.

“Saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita, satu ucapan Bung Karno the hungry stomach cannot wait, perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang punya hati, pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan,” jelas Prabowo.

Prabowo menyampaikan bahwa MBG saat ini sudah menjangkau 55 juta penerima manfaat sejak program tersebut berjalan selama setahun. Dia menyebut capaian MBG Indonesia lebih banyak dibandingkan Brasil yang lebih dulu menjalankan program tersebut.

“Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brasil, Presiden Brasil menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta peneirma manfaat. Kita satu tahun mencapai 55 juta penerima manfaat,” pungkas Prabowo.

Dia menegaskan pemerintah akan terus menjalankan program MBG, meskipun banyak pihak yang mengkritik dan mengejek. Prabowo mengatakan MBG justru ditunggu oleh masyarakat.

“Ini tugas yang kita emban tugas mulia dan alhamdulillah kita perlu keyakinan kita buktikan saya sangat yakin walaupun begitu banyak pakar yang mengejek saya dan tim saya menyinyir mereka katakan MBG pasti gagal tapi kita buktikan kepada mereka MBG berhasil,” tutur Prabowo.