Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 1.659 personel gabungan untuk memberikan pengamanan dan pelayanan dalam aksi unjuk rasa yang digelar oleh sejumlah buruh dan elemen masyarakat di kawasan Jakarta Pusat, Kamis.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, mengatakan kehadiran aparat kepolisian bertujuan untuk melayani masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum.
“Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat,” kata Reynold di Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan, pengamanan dilakukan untuk menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib.
Menurut Reynold, aksi unjuk rasa tersebut diikuti oleh buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama sejumlah elemen massa lainnya, yang terpusat di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.
Untuk memastikan aksi berjalan aman dan kondusif, seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api dan diminta mengedepankan pendekatan humanis.
“Personel diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional,” ujar Reynold.
Minta Peserta Aksi Jaga Ketertiban
Reynold juga mengimbau para orator dan peserta aksi agar menjaga ketertiban, tidak memprovokasi massa lain, tidak menutup jalan umum, serta menghindari tindakan anarkis seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum.
Selain itu, Reynold meminta massa aksi untuk tidak melawan petugas dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Ia juga mengingatkan masyarakat di sekitar kawasan Monas agar tidak terpancing provokasi.
Bagi pengguna jalan, kepolisian menyarankan untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas selama aksi berlangsung.
“Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tutur Reynold.

